Mon - Sat 8.00 - 17.00

Kamis, April 16, 2026
spot_img
spot_img

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Prabowo Subianto Pimpin Penghormatan Terakhir

TANGERANG – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir bagi tiga prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, dalam upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat di Terminal VIP Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Dengan penuh duka dan penghormatan mendalam, Kepala Negara memberikan penghormatan terakhir kepada Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.

Baca Juga  Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian PBB

Prosesi berlangsung haru, diiringi doa-doa yang mengantarkan ketiga pahlawan bangsa yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia.

Presiden Prabowo turut menyapa dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan, menyampaikan belasungkawa sekaligus penghargaan atas pengabdian tertinggi para prajurit yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan.

Upacara penghormatan dilanjutkan dengan prosesi pengusungan jenazah menuju tempat persemayaman sebelum diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Baca Juga  Daniel Mutaqien Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Jabar, Konsolidasi Partai Menguat

Ketiga jenazah sebelumnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.20 WIB, setelah melalui upacara pelepasan resmi di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, yang dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan UNIFIL.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Peristiwa duka ini menjadi pengingat tegas bahwa perdamaian dunia menuntut pengorbanan nyata. Tiga prajurit terbaik bangsa telah menunaikan tugas tertinggi seorang tentara gugur di garis pengabdian demi kemanusiaan. Mereka memang telah berpulang, namun jejak pengabdian dan semangat juangnya akan abadi dalam setiap langkah Indonesia menjaga perdamaian dunia. (SZ)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi reportasepublik.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
spot_img

Baca Juga

Artikel Lainnya

spot_img

Peristiwa

Top News

Trending

Populer