spot_img

Mon - Sat 8.00 - 17.00

Rabu, Juli 29, 2026
spot_img
spot_img

Komisi I DPR Tekankan Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih Berorientasi Pembentukan Karakter

- Advertisement -spot_img

JAKARTA – Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) harus berorientasi pada pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan, bukan semata-mata pelatihan fisik.

Pernyataan tersebut disampaikan Utut saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Utut, esensi Latsarmil adalah menanamkan tata nilai, kedisiplinan, serta jiwa kesatria agar para peserta memiliki karakter yang kuat dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

“Mereka menanamkan tata nilai, kedisiplinan, dan satu lagi sikap kesatria. Saya bilang, tata nilai bukan sekadar jaga koperasi, yang paling penting adalah kita menanamkan values atau tata nilai. Jadi disiplin juga mendekati titik nadir, dan yang terakhir membentuk jiwa kesatria. Jiwa kesatria itu apa? Menikah dengan tugas,” ujar Utut.

- Advertisement -
Advertisement

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara optimal.

“Program ini memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional. Maka itu program ini harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo,” kata politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan bahwa Latsarmil bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertujuan membentuk karakter peserta melalui penanaman disiplin, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Baca Juga

- Advertisement -
Advertisement

Menurut Donny, pembekalan tersebut diperlukan agar para calon manajer mampu menjalankan tugas sekaligus memimpin organisasi secara efektif.

Ia menambahkan, pendidikan bela negara juga menjadi sarana membangun integritas, koordinasi, dan etos kerja. Menurutnya, banyak kementerian maupun perusahaan swasta telah memanfaatkan fasilitas pendidikan di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan untuk membentuk karakter pegawai sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang disiplin, tepat waktu, dan memiliki tanggung jawab tinggi. (SZ)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi reportasepublik.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.
👍 Like 💬 Komentar 🔗 Bagikan
spot_img

Baca Juga

Artikel Lainnya

spot_img

Peristiwa

Top News

Trending

Populer

^
Download Aplikasi GoKar
Transportasi Online Asli Karawang
INSTALL
X